
18 July 2007 kemaren adalah perjuangan terakir TimNas Indonesia di Asian Cup. Saya ngga nonton Indonesia vs bahrein karena ada kuliah dan Indonesia vs Arab karena ngga dapat tiket, tapi pada akirnya saya dapat kesempatan menonton di pertandingan Indonesia vs Korea yang di tutup dengan hasil yang sangat memuaskan menurut saya. Karena saat ini TimNas Indonesia telah menunjukan performance terbaiknya dengan mampu memberikan perlawanan terbaik sepanjang pertandingan. Aplus juga saya berikan pada suporter Indonesia yang sangat dewasa. Saya sangat puas skali dengan perkembangan Sepakbola Indonesia saat ini. Tapi saya masih kurang puas dengan kinerja panitia yang mengurus bagian tiket. Masih banyak calo yang berkeliaran. Tolong deh di tangani.
18 july 2007. Bermodal dengan tiket nitip sama teman, saya dan teman saya cahya brangkat ke snayan dari kampus naik m11 dan turun di PalMerah jam 3 sore. Dari Palmerah Kami berdua berjalan ke snayan. Tentu saja dalam perjalanan sudah nampak supporter2 yang lain dengan penuh keyakinan bakal menang dalam pertandingan melawan korea seperti kami berdua juga. Sesampainya di senayan, Sudah nampak para supporter berkumpul dengan kompaknya meneriaki yel2 untuk kemenangan Indonesia dari pagi. Saya sebagai pemain yang ke12(Supporter) sangat bangga dengan Sepak Bola tanah Air yang dapat menyatukan seluruh rakyat dari segala kalangan.
Tanpa menunggu lama2, kami langsung segera masuk ke areal tribun yang sebelumnya harus melewati pengamanan yang ketat. Semua bawaan harus di periksa terlebih dahulu. Ada sekitar 4x pemeriksaan sebelum saya memasuki tribun penonton. Salah satunya yang membuat agak risih adalah tidak di perbolehkan membawa botol plastik air minum. Apa boleh buat. Demi keamanan, saya harus agak repot sedikit membawa air dengan di bungkus dengan plastik.
Setelah melewati pengamanan ke 3, kami berdua menunggu teman2 lainnya dari restoran Toscana di tangga di blakang areal tribun penonton. Dari sana sudah terdengar Yel2 Supporter Indonesia yang telah memasuki tribun penonton. Karena sudah tak sabar untuk ikut bergabung, dan teman2 dari toscana belum juga datang, pada jam 4.30 kami memutuskan untuk masuk tribun melewati pengamanan terakir. Setelah itu sibuk mencari Bangku kosong. Walau di tiket tercantum rowAA seat 04, tapi namanya juga Indonesia. Masih kurang disiplin. Jadi Duduknya brantakan. Siapa cepat dy dapat.
Terlihat Timnas Indonesia dan Korea melakukan pemanasan di tengah lapangan. Saya duduk memblakangi gawang. Tepatnya pada 45menit pertama saya berada di blakang gawang korea. Saya harapkan dapat melihat gol yang di ciptakan Bambang Pamungkas Cs pada Awal2 pertandingan. Tak Lama berselang, Riki Jo sebagai presenter membuka acara dan Pembukaanpun di mulai dengan Lagu Kebangsaan Korea dan di susul dengan Lagu Indonesia Raya. Semua Supporter Menyanyi dengan hikmat. Di Kabarkan juga Bapak Presiden SBY datang ikut mendukung TimNas.
Tak Lama Pertandingan pun di mulai. Teriakan2 "INDONESIA" dengan tepukan tangan yang kompak dari penonton di tambah gelombang manusia yang di ciptakan oleh supporter2 sangat membuat saya semangat dan terkesan. Tetapi di sekitar menit ke 30, gol dari korea tercipta di babak awal membuat saya tak percaya dan menurunkan mental saya. Tetapi tidak dengan supporter lain. Mreka tetap meneriakan yel2 dan lagu Indonesia raya. Membuat saya kembali Bersemangat dan ikut kembali memberikan semangat untuk TimNas.
Setelah break babak pertama, kami berdua pindah tempat duduk untuk bergabung dengan teman2 dari Toscana. Mereka membawa roti special dari toscana, gorengan, susu, dan airputih untuk konsumsi. Kebetulan Cahya juga kelaparan. Wkwkwk.
Pertandingan babak ke2 pun di mulai. Atmosfer dari semangat supporter masih terasa sepanjang babak ke 2 sampai selesai. Walau TimNas Indonesia tidak dapat menciptakan gol sampai akir babak ke2, Supporter tetap dengan hormat memberikan semangat kepada TimNas dan menyanyikan Lagu Indonesia Raya. Mreka telah memberikan yang terbaik. Bahkan adalah yang terbaik dari yang terbaik. Aplus juga untuk penjaga gawang Marcus karena telah menyelematkan gawang kesekian kalinya. Semua pertandingan berjalan dengan lancar. Tidak ada rusuh yang di ramalkan para supporter yang sirik karena tidak dapat tiket seperti Gerrad, Gandi, dan lain2. Bwakakak.
Setelah Keluar stadion dengan tertib, kami segera ke pintu V untuk menemui Jati pada kategori "hampir VIP"(kategori 2). Terlihat alis tebalnya sedikit mengerut karena kurang puas dengan posisi tempat duduknya. Katanya kurang seru penontonnya. Pada Jaim semua. Tapi walau demikian, dy tetap bangga dan kagum dengan permainan TimNas yang sudah menunjukan peningkatan. Dan kami yakin TimNas Indonesia akan semakin Baik di setiap tahunnya.
Setelah itu kami jalan ber tiga(saya, cahya, jati) untuk keluar dari areal senayan dan akirnya berpisah dengan Jati karena Jati ke senayan dengan membawa motor. Kami berdua seperti supporter lainnya berjalan pulang dengan tertib walau sedikit macet.
SEMANGAT TERUS TIMNAS INDONESIA. BUKTIKANLAH KITA MAMPU BERSAING DI SEPAK BOLA DUNIA
18 july 2007. Bermodal dengan tiket nitip sama teman, saya dan teman saya cahya brangkat ke snayan dari kampus naik m11 dan turun di PalMerah jam 3 sore. Dari Palmerah Kami berdua berjalan ke snayan. Tentu saja dalam perjalanan sudah nampak supporter2 yang lain dengan penuh keyakinan bakal menang dalam pertandingan melawan korea seperti kami berdua juga. Sesampainya di senayan, Sudah nampak para supporter berkumpul dengan kompaknya meneriaki yel2 untuk kemenangan Indonesia dari pagi. Saya sebagai pemain yang ke12(Supporter) sangat bangga dengan Sepak Bola tanah Air yang dapat menyatukan seluruh rakyat dari segala kalangan.
Tanpa menunggu lama2, kami langsung segera masuk ke areal tribun yang sebelumnya harus melewati pengamanan yang ketat. Semua bawaan harus di periksa terlebih dahulu. Ada sekitar 4x pemeriksaan sebelum saya memasuki tribun penonton. Salah satunya yang membuat agak risih adalah tidak di perbolehkan membawa botol plastik air minum. Apa boleh buat. Demi keamanan, saya harus agak repot sedikit membawa air dengan di bungkus dengan plastik.
Setelah melewati pengamanan ke 3, kami berdua menunggu teman2 lainnya dari restoran Toscana di tangga di blakang areal tribun penonton. Dari sana sudah terdengar Yel2 Supporter Indonesia yang telah memasuki tribun penonton. Karena sudah tak sabar untuk ikut bergabung, dan teman2 dari toscana belum juga datang, pada jam 4.30 kami memutuskan untuk masuk tribun melewati pengamanan terakir. Setelah itu sibuk mencari Bangku kosong. Walau di tiket tercantum rowAA seat 04, tapi namanya juga Indonesia. Masih kurang disiplin. Jadi Duduknya brantakan. Siapa cepat dy dapat.
Terlihat Timnas Indonesia dan Korea melakukan pemanasan di tengah lapangan. Saya duduk memblakangi gawang. Tepatnya pada 45menit pertama saya berada di blakang gawang korea. Saya harapkan dapat melihat gol yang di ciptakan Bambang Pamungkas Cs pada Awal2 pertandingan. Tak Lama berselang, Riki Jo sebagai presenter membuka acara dan Pembukaanpun di mulai dengan Lagu Kebangsaan Korea dan di susul dengan Lagu Indonesia Raya. Semua Supporter Menyanyi dengan hikmat. Di Kabarkan juga Bapak Presiden SBY datang ikut mendukung TimNas.
Tak Lama Pertandingan pun di mulai. Teriakan2 "INDONESIA" dengan tepukan tangan yang kompak dari penonton di tambah gelombang manusia yang di ciptakan oleh supporter2 sangat membuat saya semangat dan terkesan. Tetapi di sekitar menit ke 30, gol dari korea tercipta di babak awal membuat saya tak percaya dan menurunkan mental saya. Tetapi tidak dengan supporter lain. Mreka tetap meneriakan yel2 dan lagu Indonesia raya. Membuat saya kembali Bersemangat dan ikut kembali memberikan semangat untuk TimNas.
Setelah break babak pertama, kami berdua pindah tempat duduk untuk bergabung dengan teman2 dari Toscana. Mereka membawa roti special dari toscana, gorengan, susu, dan airputih untuk konsumsi. Kebetulan Cahya juga kelaparan. Wkwkwk.
Pertandingan babak ke2 pun di mulai. Atmosfer dari semangat supporter masih terasa sepanjang babak ke 2 sampai selesai. Walau TimNas Indonesia tidak dapat menciptakan gol sampai akir babak ke2, Supporter tetap dengan hormat memberikan semangat kepada TimNas dan menyanyikan Lagu Indonesia Raya. Mreka telah memberikan yang terbaik. Bahkan adalah yang terbaik dari yang terbaik. Aplus juga untuk penjaga gawang Marcus karena telah menyelematkan gawang kesekian kalinya. Semua pertandingan berjalan dengan lancar. Tidak ada rusuh yang di ramalkan para supporter yang sirik karena tidak dapat tiket seperti Gerrad, Gandi, dan lain2. Bwakakak.
Setelah Keluar stadion dengan tertib, kami segera ke pintu V untuk menemui Jati pada kategori "hampir VIP"(kategori 2). Terlihat alis tebalnya sedikit mengerut karena kurang puas dengan posisi tempat duduknya. Katanya kurang seru penontonnya. Pada Jaim semua. Tapi walau demikian, dy tetap bangga dan kagum dengan permainan TimNas yang sudah menunjukan peningkatan. Dan kami yakin TimNas Indonesia akan semakin Baik di setiap tahunnya.
Setelah itu kami jalan ber tiga(saya, cahya, jati) untuk keluar dari areal senayan dan akirnya berpisah dengan Jati karena Jati ke senayan dengan membawa motor. Kami berdua seperti supporter lainnya berjalan pulang dengan tertib walau sedikit macet.
SEMANGAT TERUS TIMNAS INDONESIA. BUKTIKANLAH KITA MAMPU BERSAING DI SEPAK BOLA DUNIA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar